Pada akun
instagram saya, beberapa follower yang mengirimkan pesan langsung menanyakan
hal yang sama, “Kak, saya ingin menulis juga, bagi tips dong!” maka selalu saya
jawab “Membaca”. Kemudian beberapa dari mereka memberikan jawaban yang
mencengangkan, “Tapi saya tidak suka membaca, kak.” Mendapat jawaban begitu,
saya diam. Urung menjawab. Biarin aja. Tapi saya berpikir kemudian.
Pernahkah
kamu mendengar adagium: Penulis adalah pembaca yang baik?
Saya tidak mau menghakimi, karena kebetulan
tidak ada palu hakim yang saya pegang dan tidak ada meja yang akan diketuki.
Bisa jadi dia tidak memiliki waktu yang cukup luang untuk membaca, tapi ingin
menulis. Tapi sebentar, tadi dia bilang TIDAK SUKA, bukan TIDAK SEMPAT. Walah
walah, ya gimana ya?
Apa
masih bisa menjadi penulis? Eh, penulis yang baik?
Jawaban
saya, secara teknis, bisa. Ada banyak cara untuk mengasah keterampilan menulis
tanpa membaca. Mungkin. Mungkin, ya? Saya gak bisa kasih jawaban pasti.
Nah,
ada beberapa alternatif untuk kamu yang malas atau bahkan tidak suka membaca
tapi ingin menulis:
·
Audiobook: Mendengarkan audiobook bisa menjadi
solusi bagi kamu yang tidak suka membaca teks. Kamu bisa mendengarkan audiobook
saat melakukan aktivitas lain, seperti memasak, berolahraga, atau bahkan saat
bersantai di kamar. Ini cocok untuk kamu yang tidak banyak memiliki waktu luang
sebab mengerjakan aktifitas lain.
·
Podcast: Podcast bisa menjadi sumber informasi
dan inspirasi yang menarik. Kamu bisa menemukan banyak podcast yang membahas
tentang berbagai topik.
·
Film dan
Youtube: Menonton film dan video Youtube yang
relevan dengan topik yang ingin kamu tulis bisa membantu kamu mendapatkan
inspirasi dan ide. Kamu bisa mempelajari dari film-film pendek cara membangun
cerita, karakter dan plot.
Ingat loh ya, ini alternatif, tetap lebih
banyak kelebihan membaca yang tidak bisa digantikan oleh cara-cara yang saya
sebutkan di atas tadi. Tetap membaca adalah dasar untuk menulis. Gimana bisa
kamu ingin menciptakan produk yang kamu sendiri tidak suka atas produk itu?
Kamu ingin tulisan kamu dibaca orang, tapi kamu tidak suka membaca tulisan
orang lain. Nah, lho?
Yuk, intip duku kelebihan membaca yang tidak
bisa didapatkan dari alternatifnya, semoga kamu sadar setelahnya.
·
Membaca
meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Membaca buku tidak hanya menghibur. Saat
membaca, kamu dipaksa untuk memproses informasi dan memahami argumen yang
disajikan. Hal ini membantu kamu untuk berpikir lebih kritis dan analitis dalam
kehidupan sehari-hari.
·
Membaca
memperluas kosakata dan meningkatkan kemampuan menulis. Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak juga
kata-kata baru yang kamu pelajari. Hal ini membantu kamu untuk menulis dengan
lebih baik dan lebih ekspresif. Membaca membangun keterampilan bahasa dan
tulisan. Dengan terus membaca, akan terpapar beragam gaya penulisan, struktur
kalimat, dan kosakata. Ini memperkaya cara kita menyampaikan ide dan cerita
kita sendiri.
·
Membaca
meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Saat
membaca, otak akan terstimulasi. Hal ini melatih otak untuk memusatkan
perhatian dan mengabaikan gangguan.
·
Buku-buku
menawarkan kedalaman dan kompleksitas yang tidak dapat diimbangi oleh
alternatif-alternatif digital. Dalam
satu buku saja, kita dapat menemukan lapisan-lapisan cerita, karakter yang
kompleks, dan tema yang mendalam. Ini adalah pengalaman yang tidak mungkin
didapat dari mendengarkan audiobook atau menonton podcast.
·
Kepentingan
Riset. Sebagai penulis, riset adalah bagian
penting dalam proses penulisan. Kamu perlu melakukan riset untuk mendapatkan
informasi yang akurat dan membangun cerita yang kredibel. Membaca buku adalah
salah satu cara terbaik untuk melakukan riset. Kamu bisa membaca buku
non-fiksi, artikel ilmiah, dan sumber informasi lain yang relevan dengan topik
tulisanmu.
Sekali lagi
saya tidak mengatakan bahwa kamu tidak bisa menulis kalau tidak membaca, secara
teknis tetap bisa. Hanya saja semakin kamu banyak membaca, tentu tulisan kamu
meningkat kualitasnya. Terlebih jika kamu iringi kegiatan membaca itu dengan
kegiatan alternatif pilihan tadi. Wah, saya gak sabar pengen baca tulisan kamu
kalau sudah begitu.
Lagi pula saya juga
tidak mengatakan harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk membaca
buku, ya kalau suka, sih tidak apa-apa. Cukup luangkan waktu sekitar 10 sampai
15 menit saja juga sudah baik. Lagipula, dengan membaca anggap saja
meningkatkan pengetahuan dan berinvestasi pada diri sendiri. Bisa menulis atau
tidak itu anggap saja bonusnya. Betul apa benar?

Komentar
Posting Komentar