White Room Syndrome terjadi ketika penulis menghadirkan adegan atau karakter tanpa memberikan konteks yang memadai. Istilah ini mengacu pada situasi di mana pembaca merasa seolah-olah karakter atau adegan berada dalam ruang putih kosong tanpa latar belakang atau detail yang relevan. Untuk menghindari white room syndrome, penting bagi penulis untuk memperkaya narasi dengan deskripsi, emosi, dan interaksi yang lebih mendalam antara karakter dan lingkungannya. Dengan begitu, pembaca dapat lebih terlibat dan terhubung dengan cerita yang dibangun oleh penulis. Berikut beberapa langkah yang dapat membantumu menghindari white room syndrome dalam kepenulisan: Deskripsikan Lingkungan: Pastikan kamu memberikan deskripsi yang memadai tentang tempat di mana adegan berlangsung. Gambarkan suasana, cahaya, bau, dan suara. Misalnya, George R.R. Martin dalam seri A Song of Ice and Fire sering memberikan detail tentang makanan atau benda yang ada di sekitar karakter saat mereka berbicara. Ini t...