Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Hindari White Room Syndrome Dalam Ceritamu! Intip Tipsnya!

  White Room Syndrome terjadi ketika penulis menghadirkan adegan atau karakter tanpa memberikan konteks yang memadai. Istilah ini mengacu pada situasi di mana pembaca merasa seolah-olah karakter atau adegan berada dalam ruang putih kosong tanpa latar belakang atau detail yang relevan. Untuk menghindari white room syndrome, penting bagi penulis untuk memperkaya narasi dengan deskripsi, emosi, dan interaksi yang lebih mendalam antara karakter dan lingkungannya. Dengan begitu, pembaca dapat lebih terlibat dan terhubung dengan cerita yang dibangun oleh penulis. Berikut beberapa langkah yang dapat membantumu menghindari white room syndrome dalam kepenulisan: Deskripsikan Lingkungan: Pastikan kamu memberikan deskripsi yang memadai tentang tempat di mana adegan berlangsung. Gambarkan suasana, cahaya, bau, dan suara. Misalnya, George R.R. Martin dalam seri A Song of Ice and Fire sering memberikan detail tentang makanan atau benda yang ada di sekitar karakter saat mereka berbicara. Ini t...

Tokoh Utama Sepurna? Bikin Bosan Pembaca! 3 Komponen Membangun Flawed Hero

Dalam cerita, hero (tokoh utama) yang menarik seringkali merupakan sosok yang tidak sempurna. Tokoh yang sempurna terasa membosankan karena mereka tidak menghadapi tantangan nyata atau berkembang sebagai karakter. Sebaliknya, tokoh yang tidak sempurna memberikan kedalaman dan kompleksitas yang membuat cerita lebih menarik dan relatable bagi pembaca. Berikut adalah elemen-elemen penting yang membangun karakter dan membentuk tokoh tidak sempurna: 1. Masalah (atau kekurangan yang perlu diperbaiki) Masalah atau kekurangan ini bisa berupa kelemahan personal, trauma masa lalu, kebiasaan buruk, keterbatasan fisik atau aspek lain dari karakter yang membuat mereka tidak sempurna. Contoh: Seorang CEO yang cerdas tapi sombong, sering meremehkan orang lain, menyebabkan konflik dengan timnya. Pengembangan: Cerita menunjukkan bagaimana sifat sombongnya menyebabkan kegagalan dalam misi dan mengancam keberlanjutan perusahaannya. Penyelesaian: Melalui pengalaman dan interaksi ...

Dua Cara Agar Tokoh Dalam Ceritamu Akan Terus Terkenang

  Hai teman-teman penulis dan pembaca! Aku baru aja selesai ngoprek beberapa novel dan film. Ada dua hal yang bikin tokoh utama di cerita-cerita itu jadi terus diingat. Penasaran? Yuk, kita bahas signature style dan catchphrase. 1.       Signature Style: Gaya yang Membedakan Signature style itu kayak identitas khas yang bikin tokoh utama kita gampang dikenali. Contohnya, siapa sih yang bisa lupa sama Harry Potter dengan kacamata bulat dan bekas luka petir di dahinya? Atau Sherlock Holmes dengan topi deerstalker dan pipanya? Nah, itulah kekuatan signature style! Nah, kalau pada cerita yang aku tulis, berjudul Restart, tokoh utamanya adalah Gamma, berpakaian khas dengan kaos dan kemeja flanel, celana jeans dan selalu ranselan kalau kerja.   2.       Catchphrase: Kalimat yang Membekas Catchphrase itu kalimat yang sering diucapkan sama tokoh dan jadi ciri khas mereka. Dalam cerita, catchphrase bisa banget nunjukin k...